Hujan Sebuah Kehilangan


Hujan Sebuah Kehilangan
Sumber : Google.com


Biar hari ini menjadi hujan-hujan yang meski telah berhenti namun tak pernah ada habisnya.
Tunjukkan agar dunia memaklumi kekalutan bumi yang berduka serta tertunduk lesu atas sebuah kehilangan yang menuju keabadian.

Ia telah berpulang.
Ia telah beristirahat dengan sebenar-benarnya istirahat.
Bukan kepada kamar yang menghilangkan letihnya.
Bukan kepada Ibunda yang melahirkannya.
Tapi pada Tuhan yang menjadikannya ada.

Terima kasih telah ada di muka bumi, Pak.
Terima kasih banyak untuk bait-bait yang selalu mewakili perasaan setiap insan.
Terima kasih untuk pena yang selalu tergores mengerti ungkapan rasa yang selalu diajak berkelana.

Tak pernah ada yang tabah di Hujan Bulan Juni, namun tak ada yang lebih sedih dari kehilangan di Hujan Air Mata Bulan Juli. 
Meski usiamu fana.
Ragamu tiada dimakan waktu.
Karyamu tetap abadi.

Selamat jalan, Pak Sapardi.

Rest in love.


Jonggol, 19 Juli 2020
Previous
Next Post »